Thursday, February 21, 2013

Kisahku Bersama Tante Mina


Namaku John. Ini pertama kalinya aku nulis cerita di 17Tahun.com. Umur aku sekarang 23 tahun. Sekarang kuliah disalah satu universitas swasta di Surabaya. Tinggi aku 175 cm berat 60 kg.Aku termasuk cowok yang mudah terangsang, tiap kali melihat cewek dengan tetek yang besar, kontolku langsung berontak.. Aku sering melakukan onani paling tidak 1 kali sehari.. Kejadian ini terjadi ketika aku masih duduk di kelas 2 SMU.
Waktu itu bulan Juli, lagi liburan sekolah. Waktu itu ortu dan adik perempuanku jalan-jalan ke jakarta, jadi rumahku tinggal aku sendiri akhirnya aku dititipkan di rumah tanteku (adik Mamaku).Mina, nama tanteku. Kalau nggak salah umur tanteku waktu itu 28, tanteku belum punya anak walaupun sudah kawin 1 tahun lebih. Jadi ketika aku ke sana dia senang sekali. Om-ku seorang pegawai swasta di Surabaya, tapi sering keluar kota untuk kerja proyek di sana.
“John, tolong jaga rumah dan tantemu ya, tantemu lagi sakit. Om besok ke jakarta, ada proyek penting yang harus dikerjakan” kata om-ku.
“Ya, om. Beres, tapi mana duitnya, hehe...” Terus aku dikasih 100 ribu sama om-ku.
Keesokan harinya..
“John, ingat ya pesan om”.
Pesan om-ku dan akhirnya dia berangkat menuju Jakarta. Sorenya aku nonton TV dengan tanteku. Waktu itu tanteku pake piyama yang tipis. Tetek tanteku kutaksir 34B, jadi lumayan besar..
“Tante kan lagi sakit, kenapa nggak istirahat saja? Biar cepat sembuh”.
“Nggak apa-apa. Kalau di kamar terus juga sama aja. Mendingan nonton TV bareng kamu disini”
Hehe, aku lihati terus tubuh tanteku yang sexy itu.. Dan pikiranku mulai ngeres, begitu juga adikku, sudah mulai bangun.. Aku langsung membayangkan kalau lagi ngentot dengan tanteku itu.. Tiba-tiba..
“Oi, lagi mikirin apa John, sampai bengong kayak gitu. Lagi lihat TV kok lihat-lihat tante terus”.
“Habis tante cantik banget, terus sexy lagi, hehe”
“Bisa aja kamu. Nakal ya.”
“Benar kok. Tante memang cantik.”
Terus kami nonton TV lagi..
“Eh, sudah jam 7 lho, ayo makan malam. Sudah dibeliin ayam goreng. Tadi pesan di warung”
“Ayo tante.......”
Aduh pikirku.., padahal sedikit lagi.. Akhirnya kami makan malam bersaman.. Aku melihat tubuh tanteku terus.. Tidak konsentrasi untuk makan..
“Ayo, John. Dimakan ayamnya. Kok bengong. Minta disuapin ya?”
“Ah nggak tante bisa sendiri kok. Tapi kalau disuapin sih mau aja”
“Ayo cepat makan, dasar nakal......”
“Atau tante mau disuapin sama John, tante kan lagi sakit”
“Ayo makan, jangan ngomong terus!” tanteku sepertinya marah..
Malamnya sekitar pukul 22.00.. Dari kamar tante terdengar suara panggilan.
“John. John.. Kesini sebentar.....”
“Ya tante, sebantar ya aku lagi telepon”
“Cepatan, John.” habis telepon aku langsung menuju kamar tante.
“Tante, aku masuk ya?”
“Ya, pintunya tidak dikunci kok, masuk aja”
Aku langsung masuk ke kamar tante. Kamarnya harum, bau parfum..
“Kamarnya harum tante. Pake apa?”
“Sini John. Dekat kesini.”
“Tante. Ada apa? Tante sakit lagi ya?”
“Ya John. Kepela tante rasanya seperti mau pecah..”
“Saya ambilin obat ya tante? Tante nggak apa-apa kan? Atau mau ke dokter?”.
“Nggak perlu John. Kamu kesini John”. Aku lalu mendekat ke tubuh tante yang berbaring di ranjang.
“Sini.....” Tante lalu memegang tanganku dan di taruhnya di kepalanya.
“Tolong John, urut kepalaku ya. Biar sakitnya berkurang..” kata tante dengan suara yang menggoda..
Tentu saja langsung kupenuhi permintaannya. Pikiranku mulai berpikiran lagi untuk ngentot dengan tanteku. Aku duduk di ranjang di bagian atas kepala tanteku dan mengurut kepalanya. Aku bisa melihat tetek tanteku yang menyembul karena saat itu dia memakai piyama warna putih yang tipis.. Sambil mengurut kepalanya aku juga mengelus-elus rambut tanteku. 
Mataku tertuju ke teteknya yang sepertinya mulai mengeras karena terlihat pentil teteknya dari luar. Sepertinya tanteku tidak memakai BH.. Pikiranku sepertinya tidak bisa diajak berkompromi lagi..
“Tante, tante cantik banget”.
“John tolong pijat kaki tante juga ya. Kok rasanya pegal”
“Ya tante” dan langsung kupijat betis tanteku..
“Kulit tante putih dan mulus ya” kataku.
“Hehe, ayo pijat terus John. Ayo lebih ke atas lagi, pijat paha tante.”
Kupijat paha tante yang mulus dan putih itu. Mata tanteku terpejam, sepertinya kepalanya sudah tidak sakit lagi. Pikiran kotorku muncul lagi. Ingin rasanya menikmati tubuh tanteku ini. Pijatan yang tadinya kulakukan sekarang berubah menjadi elusan pada paha tanteku.. Dan sepertinya tanteku sangat menikmati karena tanteku diam saja.
“Tante, gimana rasanya sekarang. Sudah baikan?”
“Terusin. Jangan hentikan pijatanmu.. Ayo John..”
Aku tahu tanteku pasti juga sudah mulai terangsang dilihat dari bahasa tubuhnya.. Aku tidak lagi memijat tapi kuelus terus pahanya.. Dan pelan-pelan kunaikkan tanganku dan kuselipkan ke celana dalam tanteku.. Tidak ada reaksi sama sekali dari tanteku. Inilah saatnya aku melakukannya.. pikirku dalam hati.. Kuelus-elus dengan lembut tubuh tanteku itu. Dan akhirnya kuberanikan diri untuk menyentuh celana dalam tenteku.. Dan ternyata celana dalamnya sudah basah.. Langsung saja kuelus memek tanteku yang masih ditutupi celana dalam itu.
“Ehmm, John, ayo teruskan..”
Aku coba untuk menyelipkan jariku ke dalam celana dalam tanteku.. Dan kugesekkan jariku disana..
“Enakk John, ayo terus........”
“Tante, saya buka celana tante ya, biar lebih asyik..”
“Terserah kamu John, ayo cepat..”
Langsung saja kubuka celana tante.. Dan sekarang aku elus perut tante..
“Ya John......., ouh..”
Kuremas tetek tante yang masih memakai baju piyama..
“John, buka bajuku. Ayo lakukan sesukamu..”
Dan kubuka baju tante.. Dan langsung menyembullah 2 bukit indah yang belum pernah kulihat.. Kuremas tetek tante dengan kedua tanganku..
“Ouhh....., enak John, teruskan..” desah tanteku.
Kuremas-remas terus tetek tante yang putih halus itu.
“Ayo John lakukan sesukamu dengan tetekku.. Hisap John. Hisap tetek tante..”
Kuturunkan wajahku ke tetek tante dan kuhisap tetek kirinya.. Tetek yang kanannya kuremas terus.. Kugigit halus pentil teteknya..
“Ouhh.......,” teriak tanteku.
“Enak John, ayo hisap yang dalam.......” Kuhisap tetek tante sampai keluar cairan susunya..
“Tetek tante enak. Aku suka tetek tante..”
Kedua tetek tante kuhisap dan kuremas-remas.. Kubuka seluruh pakaianku hingga kontolku keluar..
“Ohh.. Kontolmu gede John.. punya om-mu aja kalah. Diapain kontolmu”.
Kontolku yang sudah nongol langsung dielus sama tanteku..
“Adik manisku......” kata tanteku sambil mengocok kontolku..
“Enak kan...?”
“Oh enak banget tante..”
Kontolku dikocok terus oleh tanteku.. Aku tidak mau kalah langsung kubuka celana dalam tanteku..
“Tante..., memek tante warnanya merah muda, aku suka sekali”
Akhirnya kami bermain dalam posisi 69. Memek tante yang sudah basah langsung saja kujilat..
Sllrrpp.. ssllrrpp..
Bunyi suara lidahku ketika menjilat memek tanteku..Tanteku juga tidak kalah gesitnya.. Kontolku yang sudah menegang itu dimasukin ke mulutnya.. Dan sejurus kemudian langsung dimainkan dengan lidahnya dan dihisap-hisap juga.. Kubuka memek tanteku dengan jari telunjuk dan jempolku.. Lalu kutusuk-tusukkan lidahku di lubang memeknya sambil sekali-kali kuhisap memek tante yang baunya harum.. Sampai lebih kurang 10 menit kami dalam possisi 69, tiba-tiba kepalaku dijepit oleh kedua paha tante..
Aku tahu kalau tanteku sudah mencapai orgasme yang pertamanya.. Dari memek tante keluar cairan warna putih dan langsung kujilat sampai bersih.. Tanteku masih sibuk dengan kontolku walaupun sudah mencapai orgasme.. Lalu..
“Tante, aku juga mau keluar”
Mendengar ucapanku hisapan tanteku pada kontolku semakin dipercepat. Dan..Crroott.. croott..Kumuncratkan 6 kali spermaku di mulut tanteku..
“Tante......, jangan ditelan dulu spermanya..” pintaku..
Lalu kupegang kepala tante dan kulumat bibirnya yang masih penuh dengan cairan spermaku.. Dan tanteku bereaksi dengan cepat, akhirnya kami berbagi sperma.Kumainkan lidahku dalam mulut tante yang penuh sperma dan kuhisap spermanya, lalu kumuntahkan lagi ke mulut tanteku.. Tanteku juga melakukannya.. Sampai lebih kurang 5 menit. Kami lalu menelan sperma tersebut..
“Ayo.... John......, masukin kontolmu ke memek tante......” pinta tanteku..
Kontolku memang masih tegang walaupun sudah sempat mengeluarkan sperma..Kubuka paha tante lebar-lebar.. Sampai terlihat lubang memeknya yang masih basah itu.. Lalu kupegang kontolku dan kugesekkan kepala kontolku di mulut memeknya..
“Oh...., John ayo masukkan kontolmu. Tubuhku ini milikmu John.. Ayo. Lakukan sesukamu.... Memekku ini milikmu John..... Ayo masukin......” racau tanteku..
Kudorong kontolku ke memek tanteku yang sudah basah sekali.. Agak susah masuknya..
“Oughh.. Masukin yang dalam John.. Sampai kontolmu amblas.. Ayo John..”
Kutekan lagi kontolku. Sekarang kontolku sudah masuk 1/2 ke dalam memek tanteku.. Kutarik sedikit kontolku dan aku menarik napasku..Dan.. Bless.
“Aughh....., John sakit... Kontolmu gede banget” teriak tanteku..
Kontolku seperti dimakan oleh memeknya tante, amblas.. Kutarik pelan-pelan kontolku..
“John..., aaugghh..... Sakiiiiit...... Pelan-pelan ya..”
Kutarik dan dorong dengan pelan kontolku yang berada dalam lubang memek tanteku..
“Tante..., memeknya masih sakit...?”
“Nggak John. Ughh. Nikmat. Ayo John lakukan sesukamu”.
Kupercepat gerakan kontolku.. Tarikk dorongg.. Tarik.. Dorong..
“Oughh.. Shh.. John.. Oughh shh..” desah tanteku karena nikmat yang kuberikan. Kugenjot terus memek tante yang semakin becek itu..
“Ouugghh enakk Johnn ayo genjot memek tante.. Lagi John.. Ssshh”
Kupercepat gerakan maju mundur pantatku.. Tetek tante yang bergoyang turun naik seiring dengan genjotanku kuremas-remas.. Dan sekali-kali kupelintir pentilnya..
“Auhgghh enak John.. Ayo genjot.. Terusshh”
Kontolku yang berada dalam memek tante.. Kutarik sampai hampir keluar.. Lalu.. Kudorong pantatku ke depan sekuat tenaga..
“Aaaugghh enak John, ayo lakukan lagi.. Aku suka kontol kamu Johnsshshh”
Kulakukan terus dan kupercepat genjotanku. Sepertinya tanteku sudah hampir klimaks..
“Ayo John pompa memek tante secepat dan sekeras mungkin dengan kontolmu itu.. Ougghh”
Tanteku juga menggoyangkan pantatnya maju mundur sehingga terasa sekali denyut memeknya.
“John, tante mau keluar.. Ougghh shh tante nggak tahan lagi..”
“Kita sama-sama aja tante..”
Kupercepat genjotanku. Kupompa terus memek tanteku ini.. Dann.. Tanteku memelukku dengan erat dan terasa semburan cairan kenikmatan bibi dalam memeknya.. Croott..... ccrroott...... ccrroott..... 
Aku juga menyemburkan spermaku dalam memek tanteku..Akhirnya kami lemass..Kontolku yang masih berada dalam memek tante.. Seperti dijepit.. Enek sekali denyutannya.. Aku juga membalas dengan membuat kontolku berdenyut..
“Hehe nakal ya kamu..”
“Tante juga.....”
Lalu kami berdua berciuman dan memainkan lidah.. Dan kucabut kontolku.. Terlihat cairan spermaku dan tanteku mengalir keluar dari memeknya.. Tanpa perintah langsung kujilati cairan yang membasahi memek tanteku sampai bersih.. Dan kugigit halus bibir memeknya..
“Auhghh, kamu kok nakal banget sih..”
“Habis memek tante enak sekali”
Kami lalu tertawa.. Tidak terasa kami main hampir 2 jam. Malam itu kami tidur tanpa membersihkan diri lagi.. Bau cairan kenikmatan kami seperti memenuhi kamar tanteku.. Dan kami tidur tanpa busana.. Semalaman kami hampir tidak tidur karena kami terus saling mengelus-elus bagian tubuh kami..
“Aku cinta tante”
“Tante juga...........”